Bisnis

Sablon: Perbedaan Sablon Manual dan Sablon Digital

Perbedaan sablon manual dan sablon digital – . Dimulai dari definisi kelebihan dan kekurangan masing-masing metode sablon baik sablon digital atau sablon manual. Penting bagi pemula yang ingin memulai bisnis sablon, atau pengusaha sablon manual yang ingin mengembangkan bisnis sablon digitalnya dan membeli serta berinvestasi mesin sablon digital.

Penggunaan teknologi sablon kaos yang tepat tentu sangat diinginkan. Khususnya bagi mereka yang bergerak di industri fashion, atau mereka yang memiliki kebutuhan akan baju sablon. Yang paling populer di bisnis T-shirt adalah T-shirt dengan desain yang sudah dicetak atau sablon. Dibandingkan dengan kaos biasa atau polos, peminatnya tidak banyak.

Desain sablon kaos dapat menunjukkan karakter Anda dan membuat seseorang menjadi lebih unik dan kreatif. Dan, tentu saja, itu terlihat menarik.

Berbicara tentang teknologi sablon, ada dua jenis teknologi yang dapat membuat perbedaan mendasar dalam industri sablon untuk kaos dan pakaian jadi. Ini adalah sablon digital dan sablon manual.

Kedua metode ini memiliki beberapa perbedaan mendasar pada proses pembuatannya. Tetapi Anda juga dapat melihatnya dalam hal fleksibilitas, daya tahan, biaya produksi, pilihan bahan, dll.

Sebelum kami lebih jauh membahas perbedaan sablon manual dan sablon digital, ada baiknya dijelaskan secara singkat kedua teknik tersebut. sehingga Anda dapat memahaminya dengan lebih baik.

Definisi Sablon Manual

Sablon Manual

Sablon manual adalah teknik sablon yang menggunakan alat yang disebut screen dan menggunakan jaring tipis dalam berbagai bentuk dan jenis yang berbeda, ketebalan, ukuran dan alat yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Persyaratan yang disebutkan di sini adalah perbedaan bahan untuk area yang diproyeksikan. Namun, ada jenis screen seperti t14 hingga t55 untuk sablon kaos yang biasa digunakan.

Screen itu sendiri biasanya merupakan alat yang berbentuk persegi. Ada bingkai yang terbuat dari kayu atau aluminium. Dan di tengahnya ada jaring sutra dengan pori-pori dengan kepadatan berbeda.

Alat Sablon Kaos Manual

Menjalankan bisnis sablon menawarkan banyak keuntungan asalkan bisa dijalankan dengan baik. Dengan modal kecil, Anda bisa memaksimalkan keuntungan yang Anda dapatkan. Sayangnya, proses sablon ini sangat lama dan bagi sebagian orang sangat rumit untuk diikuti dan dijalankan.

Jika Anda ingin berbisnis di bidang sablon atau printing, ada baiknya Anda mempelajari proses sablon dengan baik. Anda dapat mengikuti pelatihan yang diadakan oleh organisasi seperti BLK. Jika Anda ingin belajar sendiri, Anda juga dapat melihat berbagai tutorial.

Apa pun yang Anda pilih untuk memulai bisnis sablon, membiasakan diri dengan alat sablon manual adalah ide yang bagus. Itulah beberapa jenis alat sablon yang selalu digunakan untuk sablon manual jenis kertas.

1. Screen

Alat sablon pertama yang harus ada karena salah satu peralatan utama adalah Screen. Screen ini terbuat dari bahan yang tahan banting dan memiliki pori-pori di permukaannya. Cat sablon meresap dari pori-pori ini dan menempel pada permukaan kertas dan kaos.

Ada banyak ukuran Screen yang digunakan untuk sablon. Beberapa lebih besar dari ini pada 30 x 40. 50 x 60 cm DLL. Ukurannya dapat disesuaikan dengan jenis permukaan yang akan dicetak. Screen biasanya dibingkai sangat mirip dengan kanvas untuk memudahkan proses sablon.

2. Obat Afrdruk

Sablon hampir seperti mencetak foto di atas kertas. Oleh karena itu, proses pembuatan pola di layar membutuhkan obat afrdruk. Biasanya campuran obat afdruk, atau kadang disebut emulsi, digunakan dengan sensitizer agar mudah di cetak polanya. Adapun pencampuran obat afdruk dan sensitizer 1:10.

Transfer gambar ini harus dilakukan dengan hati-hati. Kecerobohan meningkatkan kemungkinan kerusakan, terutama jika Anda memiliki bagian yang rumit. Ketika proses transfer atau afdruk selesai, proses selanjutnya untuk menghapus bagian gambar pada screen yang tidak perlu, sehingga membentuk sebuah pola gambar dan dapat digunakan untuk mencetak kaos.

3. Rakel

Rakel sablon adalah alat utama yang digunakan untuk mentransfer tinta dari permukaan sablon ke permukaan kertas, plastik, kaos. Alat ini membantu memberikan tekanan pada permukaan layar agar tinta menempel sempurna dan tidak ada bagian yang kosong.

Rakel biasanya terbuat dari dua bahan. Bagian atas terbuat dari kayu dan bagian bawah terbuat dari plastik elastis tebal. Anda dapat menggunakan bagian bawah untuk menekan tinta dengan kuat atau mendorongnya maju mundur. Saat melakukan proses cetak, jangan terlalu kuat atau terlalu ringan untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

4. Tinta sablon

Ketika segala sesuatu mulai dari layar hingga Rakel untuk digunakan sudah dipersiapkan dengan baik, Anda perlu menyiapkan tinta. Ada banyak jenis tinta yang digunakan dalam sablon, dan tidak semuanya sama. Jenis tinta sablon yang digunakan pada kertas tentu berbeda dengan yang digunakan pada kaos atau plastik.

Tinta sablon tersedia dalam banyak warna, mulai dari warna utama dan kombinasinya, seperti merah, biru, dan kuning. Sebelum mencetak di permukaan, Anda perlu mencampurnya sesuai kebutuhan. Cara ini dilakukan secara manual dengan dosis tertentu untuk memastikan hasil yang sempurna. Pertama, Anda dapat mempelajari merek tinta sablon yang populer di kalangan pengusaha sablon

5. Meja Afdruk Sablon

Meja afdruk ini digunakan dalam proses pencetakan dan pembuatan pola pada layar. Setelah beberapa saat, pola akan muncul dan akan digunakan nanti dalam proses pencetakan. Saat pola terlihat, Anda perlu menyemprotkan air ke permukaan layar untuk mengelupas bagian yang tidak perlu.

Ukuran meja afdruk biasanya tidak terlalu besar dan bisa disesuaikan dengan ukuran screen. Biasanya, di bagian bawah meja ada lampu terang atau lampu UV, yang memberikan efek termal. Proses ini biasanya tidak lama dan bisa dilakukan di dalam ruangan yan gelap.

6. Penghapus Screen

pola atau gambar pada screen yang digunakan dalam proses sablon umumnya di lebur setelah sekali pakai. Akan tetapi screen atau alat sablon manual ini bisa digunakan berkali-kali. Setelah proyek sablon selesai, tugas selanjutnya adalah membersihkan screen, menghilangkan area yang tercetak, membersihkannya, dan membuatnya siap untuk dicetak kembali.

Ada banyak screen remover di luar sana. Penghapus layar ini memungkinkan Anda menggunakan printer beberapa kali. Bahkan, jika Anda membuat kesalahan saat membuat pola, perbaiki dan buat kembali polanya.

7. Meja sablon

Tanpa meja sablon, proses sablon tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu, disarankan untuk menyiapkan meja sablon dengan lebar yang cukup. Anda dapat menggunakan meja sablon ini untuk mempercepat proses pencetakan.

Ada juga meja sablon dengan pengait T. Biasanya meja jenis ini digunakan untuk mencetak pada kaos. Saya memiliki banyak kemeja dengan kait letter T ini, tetapi polanya tercetak di sebelah kanan.

8. Minyak Sablon

Minyak sablon bisa menggunakan minyak tanah atau minyak goreng biasa. Kemudian gunakan minyak ini untuk membuat pola di atas kertas. Pola digunakan di paruh kedua layar untuk membuat area yang bisa dan tidak bisa dilewati tinta, membuat pola sesuai kebutuhan.

Membuat pola dengan minyak ini adalah proses manual. Ini juga menjalankan proses investigasi untuk membuat pola di layar. Proses ini sangat penting dan harus dilakukan dengan hati-hati karena akan mempengaruhi semua hasil. Lakukan dengan benar untuk hasil yang sempurna. Hindarkan dari cipratan air.

9. Pengencer atau Pengental Tinta Sablon

Sebelum mencetak di atas permukaan, Anda harus terlebih dahulu mengencerkan tinta. Pengenceran ini dilakukan agar hasilnya sesuai dengan kekentalan yang diinginkan tanpa terlalu kaku. Sablon yang lebih encer akan sedikit mempengaruhi warna cat yang biasa digunakan (solidity cat).

Tinta yang digunakan untuk sablon biasanya berdensitas tinggi. Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dari tinta Anda dengan mengencerkannya (5%). Ada beberapa jenis pengencer yang memperkuat tinta saat menempel di permukaan seperti reducer dan retarder.

10. Pengering Sablon

Alat sablon manual akhir yang dapat digunakan untuk mendukung proses pencetakan produk akhir adalah pengering. Pengering sablon ini digunakan untuk mengeringkan tinta dengan cepat dan mencegahnya menempel di mana saja. Proses pengeringan ini memungkinkan Anda untuk mencetak di atas kertas atau kaos.

Pengering yang digunakan bisa berupa pengering rambut yang mengeluarkan panas, hotgun, curing dll. Proses lainnya adalah proses pengepresan dimana tinta dipanaskan agar melekat dengan sempurna.

11. print Film

Jika design sudah tersedia dan telah melewati pemisahan warna, proses selanjutnya adalah print design dengan mode hitam putih, sehingga gambar bisa tercetak sempurna saat proses afdruk.

12. Heat press

Setelah pencetakan proses sablon khusus nya di kaos, untuk mendapatkan hasil yang sempurna hasil sablon harus di finishing. Yaitu dengan melalui proses akhir menggunakan heatpress, kalian bisa menyesuaikan handfeel hasil sablonan baik itu doff atau glossy.

 

Proses sablon manual

Proses sablon manual

Proses sablon manual ini, seperti namanya, dilakukan secara manual. Mulailah dengan mencampur warna untuk menciptakan area yang ingin Anda desain pada kemeja dan t-shirt. Fungsinya menggunakan screen di atas untuk menutupi bahan dengan warna pakaian. Nah, itulah langkah-langkah dalam proses sablon manual.

1. Proses pracetak

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam proses prepress ini. Yakni, proses desain, proses penulisan aduan keputusan film atau sablon, dan terakhir proses template, atau biasa disebut afrdruk. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

proses desain

Dalam proses desain ini, Anda terlebih dahulu mempertimbangkan desain atau ide gambar yang akan digunakan. Ide-ide Anda dituangkan ke dalam fase visualisasi dan ide-ide menjadi fisik.
Saat Anda menemukan gambar atau ide desain, Anda beralih ke pembuatan desain dan gambar. Anda bisa menggunakan desain atau gambar yang sudah ada, namun edit terlebih dahulu agar hasilnya lebih stabil. Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan komputer atau laptop saat membuat atau mengedit. Program yang biasa digunakan untuk menulis atau mengedit biasanya menggunakan program AdobePhotoshop atau CorelDraw. Anda dapat memilih salah satu.

Print film atau sablon

Setelah desain selesai dan siap dicetak, proses selanjutnya adalah mengubah desain atau gambar menjadi film atau sablon siap cetak berdasarkan warna masing-masing.

Proses Afdruk

Kemudian, ketika Anda sudah siap untuk mengadukan keputusan film atau sablon, langkah selanjutnya adalah mentransfer gambar atau desain yang tercetak di film sablon ke screen. Proses ini dikenal dengan proses afdruk.

Saat Anda siap, Anda harus mulai menyiapkan meja sablon. Hal ini karena sangat penting pada tahap awal proses pencetakan. Kemudian ketika Anda sedang dalam proses pencetakan tanpa merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas lain seperti kehabisan tinta bekas atau lupa menyiapkan wadah untuk mengeringkan media cetak Anda. Anda harus menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Proses pencetakan

Berhati-hatilah saat proses gesut saat mencetak. Proses pencetakan sangat sederhana sehingga kain saring, umumnya dikenal sebagai skreen, atau tinta dipindahkan ke kertas atau kaos  yang diinginkan.
Oleh karena itu, disarankan untuk mengetahui dan mempelajari sifat-sifat tinta yang digunakan untuk mencetak, karena tinta yang berbeda memiliki sifat yang berbeda. Kriteria yang perlu Anda ketahui adalah kecepatan pengeringan tinta. Ini menjadi masalah karena tinta kering di screen menjadi penghambat saat mencetak.

Anda perlu membersihkan kain penyaring yang tersumbat dan bagian belakang layar karena tinta sudah kering. Untuk mendapatkan lebih banyak hasil dari penggunaan screen, itu tidak akan terbentuk sempurna tanpa pembersihan.

Untuk menggunakan teknologi sablon manual, disarankan menggunakan tinta sablon plastisol karena karakteristik tinta sablon yang tidak mudah kering karena tinta tersebut berbahan dasar minyak. Setelah itu, Anda dapat dengan mudah membersihkan sisa tinta sablon yang telah digunakan di screen Anda. Bahkan jika tinta tetap berada di layar untuk waktu yang lama, perlu waktu untuk mengering. Karena harus melalui proses pengeringan.

Proses pasca-cetak

Setelah proses pencetakan selesai, ada langkah lain dalam prosesnya. Artinya, ada tiga jenis proses pengeringan, dan secara umum proses-proses tersebut akan dijelaskan satu per satu. Mudah dimengerti. Di bawah ini adalah prosesnya.

Tinta yang dicetak membutuhkan waktu untuk mengering dengan benar. Jadi, hanya karena tinta terasa kering saat disentuh bukan berarti tintanya kering. Untuk itu perlu mengetahui karakteristik masing-masing tinta sablon. Hal ini dikarenakan beberapa tinta sablon memerlukan penggunaan alat tambahan untuk mengeringkannya.
menyembuhkan

Proses pengeringan ini membutuhkan alat tambahan untuk proses ini. Proses ini biasanya dilakukan bila menggunakan tinta sablon tertentu, seperti tinta sablon plastisol. Jenis tinta sablon ini perlu dikeringkan dengan cara dipanaskan dari suhu konstan (sekitar 143 sampai 166 derajat Celcius) ke suhu yang sangat panas.

Alat yang digunakan adalah pemanas instan atau mesin konveyor. Mesin hot press digunakan untuk tinta sablon berbahan rubber, GL atau rubber dengan suhu tinggi sekitar 110 sampai 130 °C. Anda tidak akan mendapatkan hasil terbaik jika tidak terlalu memperhatikan proses ini. Produk cetak juga memiliki banyak kekurangan.Proses ini identik dengan proses memanggang, dimana tinta benar-benar terpanggang hingga benar-benar kering.

Definisi sablon digital

sablon digital

Sablon digital adalah proses sablon yang dilakukan terutama oleh komputer dan printer, yang fungsinya adalah operator dari hampir dua perangkat dan beberapa fungsi lainnya.
Ada dua jenis utama sablon digital, namun proses perbaikan sablon masih harus dilakukan secara manual menggunakan heat press dan kertas transfer, dan sablon adalah printer DTG (Direct Garment) langsung pada pakaian.

proses sablon digital

Jenis desain sablon yang pertama adalah mencetak di komputer dan menggunakan mesin press khusus (reflektor) yang diisi dengan tinta khusus untuk mencetaknya di atas kertas kemudian di atas kaos. Setelah melapisi kertas transfer, tekan dengan heat press hingga desain berpindah ke bentuk normal bahan kaos.

Untuk sablon digital tipe kedua, proses pencetakannya adalah dengan memasukkan kaos yang sudah dicetak ke dalam printer menggunakan komputer dan printer DTG, langsung mencetak tanpa campur tangan, kemudian menekan kaos. Sudah termasuk pemanas.

Perbedaan antara sablon manual dan sablon digital

Setelah memahami cara kerja dan pengertian kedua jenis sablon tersebut, kami akan menjelaskan perbedaan antara sablon manual dan digital berdasarkan delapan faktor berikut:

1. Total biaya yang dikeluarkan

Dari segi biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing jenis sablon, ada dua kelebihan dan kekurangan yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan mana yang akan digunakan. Dengan sablon manual, biaya pengerjaan dengan satu kaos lebih mahal dibandingkan dengan sablon digital, namun bila memesan kaos dalam jumlah banyak, sablon manual jauh lebih murah.

Mengapa begitu? Sablon manual mengharuskan Anda menekan minimum order dengan quantity 12-24 pcs per order, Anda perlu menyiapkan tinta sablon, dan persiapan sablon manual lainnya. Karena jumlah kaos yang akan dicetak, dihitung berdasarkan jenis kemampuan cetak. Sehingga kecepatan proses cetak dan harga pokok produksi tertumpu di kecepatan proses, kerumitan dan quantity.

Sablon digital memungkinkan Anda untuk melakukan cetak dan tugas lainnya dengan relatif cepat, tetapi karena investasi yang jauh lebih tinggi yang diperlukan untuk membeli printer dan komputer dan biaya perawatan kedua perangkat. Sehingga memerlukan modal yang relatif besar. Tetapi untuk cetak masal sablon manual lebih unggul.

2. Kompleksitas proses sablon

Perbedaan lain antara sablon manual dan sablon digital adalah kerumitan tugasnya. Hal ini tentu saja mempengaruhi poin pertama di atas, yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mencetak satu baju.
Untuk sablon manual, prosesnya lebih rumit karena membutuhkan beberapa perangkat terpisah dan Anda perlu mencetak desain sablon secara manual tanpa bantuan mesin cetak atau komputer. Pengalaman dan keterampilan sangat penting untuk sablon manual, karena kesalahan tunggal dapat menyebabkan proses sablon berulang dari awal dan memerlukan peralatan baru jika rusak.

Bukan tidak mungkin dengan sablon digital, tetapi dengan digital, hanya printer dan komputer yang berfungsi, sehingga prosesnya relatif sederhana dan Anda dapat dengan cepat mengulangi prosesnya jika mengalami masalah.

3. Waktu yang dibutuhkan

Karena waktu yang dibutuhkan untuk sablon manual lebih lama, keuntungan sablon manual ini semakin berkurang, dan bagi yang membutuhkan jasa cetak  satuan atau lebih kaos dalam waktu singkat sebaiknya menggunakan sablon digital saja.

4. Ukuran desain yang ingin dibuat

Dimensi atau bidang desain yang dapat dicetak atau sablon selanjutnya terbatas pada sablon digital karena sangat bergantung pada dimensi printer yang digunakan (baik printer sublime maupun DTG).
Dimensi layar yang mencapai 40 x 50 cm dengan sablon manual cukup stabil untuk mencetak desain yang membutuhkan dimensi besar.

5. Kompleksitas desain sablon

Kami akan berbicara tentang kerumitan desain mengenai perbedaan antara sablon manual dan sablon digital. Ini relatif dan akan sangat bervariasi tergantung pada kebutuhan Anda dan pengalaman orang yang bekerja di bidang sablon.

Ada beberapa desain yang tidak bisa dilakukan dengan sablon manual. Dan membutuhkan keterampian khusus. Jika Anda tidak ingin mencetak foto di pakaian Anda. Ini hanya bisa dilakukan dengan sablon digital untuk menghasilkan kualitas yang sama.

Selebihnya tergantung dari jenis tinta sablon dan kemampuan operator sablon manual dalam menerapkan teknik tertentu untuk mencapai desain yang diinginkan.
Biasanya, dalam kasus pencetakan digital, pencetakan dilakukan sesuai dengan file desain yang disediakan. Sablon manual, di sisi lain, tergantung pada beberapa faktor yang disebutkan di atas. Namun, itu tidak tergantung pada kualitas file. (Kecuali desain file terlalu rusak atau kualitasnya buruk).

6. Jenis bahan kaos yang dipilih

Untuk jenis kaos yang umum ada, sablon manual lebih fleksibel dan bisa mencetak di semua jenis bahan. Itu tergantung pada jenis tinta yang Anda gunakan. Namun, dalam sablon digital, katun 100%, juga dikenal sebagai kapas, biasanya yang terbaik.

7. Kualitas jenis warna yang digunakan

Ketika berbicara tentang kualitas warna, ini juga tergantung pada banyak faktor. Yang terpenting, jenis tinta dan jenis printer dan tinta yang digunakan untuk sablon digital, serta jenis tinta dan pengalaman operator sablon manual.

Pada umumnya sablon digital memiliki ketebalan tinta yang tipis. Oleh karena itu, tergantung pada desainnya, warnanya dapat berubah dibandingkan dengan sablon manual.
Sedangkan untuk sablon manual, tingkat ketebalannya bisa diatur. Warna pada kaos biasanya cerah dan kontras, dan desainnya terlihat lebih realistis.

8. Daya tahan hasil sablon

Terakhir, yang menjadi penentu perbedaan antara sablon manual dan sablon digital, dan masalah ketahanan setiap jenis sablon yang menjadi bahan diskusi.
Banyak orang mengira sablon digital lebih awet dan sebaliknya. Namun pada kenyataannya, kedua jenis sablon tersebut bisa sangat awet asalkan menggunakan tinta, bahan kaos, dan teknik pengerjaan yang tepat.

Memahami semua alat sablon manual di atas akan memudahkan bisnis Anda. Dengan menghindari kemungkinan kesalahan, proses pencetakan dipolakan dari pola di screen ke pola di atas kertas, dan di cetak di kaos dan mempunyai hasil dengan sempurna.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button